Kamis, 22 Agustus 2019

PUZZLE SOSIOLOGI BIKIN HAPPY


Sosiologi merupakan mata pelajaran wajib pada jurusan IPS. Seperti halnya mata pelajaran pada jurusan IPS yang lain yaitu sejarah, ekonomi dan geografi, peserta didik sering menganggap pelajaran yang mengkaji tentang gejala sosial tersebut sebagai pelajaran yang penuh dengan hafalan. Meskipun sebenarnya ada beberapa konsep yang memang harus dihafal untuk lebih memahami realitas sosial. Tetapi, hafalan tersebut bukan hanya berlaku untuk ilmu sosial, melainkan untuk semua ilmu.
                Anggapan peserta didik tersebut menyebabkan rendahnya minat mereka terhadap mata pelajaran Sosiologi. Apalagi dengan model pembelajaran yang monoton dan kurang menarik, Sosiologi yang sebenarnya merupakan mata pelajaran yang asyik karena mengkaji sesuatu yang sangat dekat dengan peserta didik menjadi hal yang kurang diminati.
                Menemukan solusi atas permasalahan tersebut wajib hukumnya. Mengembalikan semangat peserta didik yang hilang harus segera dilakukan. Mengubah metode pembelajaran adalah sebuah langkah yang ditempuh oleh guru. Dengan niat tulus untuk menghidupkan kembali kelas Sosiologi yang serasa mati.
Puzzle Tokoh Sosiologi Dunia

                Pada pembelajaran kelas X semester 1 dalam materi Perkembangan Sosiologi di Dunia, guru menggunakan model kooperatif dengan media pembelajaran puzzle untuk meningkatkan aktivitas peserta didik. Guru membuat sendiri media pembelajaran tersebut dengan memanfaatkan kertas bufalo dari bekas cover yang sudah tidak terpakai. Mencoba menerapkan prinsip recycle dalam konsep sekolah adiwiyata.
                Pembuatan media ini dimulai dengan mencetak foto atau gambar tokoh Sosiologi yang berperan dalam perkembangan Sosiologi di dunia. Ada sekitar sepuluh tokoh penting yang memberikan sumbangan pemikiran dalam masa awal lahirnya Sosiologi. Foto-foto tersebut kemudian digunting menjadi dua belas bagian dengan bentuk yang bervariasi sehingga membentuk puzzle. Semakin banyak potongan maka puzzle semakin rumit dan membutuhkan waktu lama dalam penyelesaiannya.
               
                Dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik dibagi ke dalam kelompok yang anggotanya terdiri atas 3 sampai 4 orang, menyesuaikan jumlah peserta didik di kelas. Kelompok dibuat heterogen dari aspek jenis kelamin dan kemampuan peserta didik. Dengan demikian akan terjadi kerjasama antar peserta didik dari berbagai latar belakang. Keragaman pada anggota kelompok tersebut juga sebagai upaya menumbuhkan toleransi terhadap perbedaan.
                Setiap kelompok mendelegasikan dua anggota kelompoknya untuk menyelesaikan puzzle yang telah disediakan oleh guru di depan kelas. Guru memberi batasan waktu penyelesaian tugas tersebut untuk menumbuhkan kompetisi yang sehat antar kelompok. Tim yang dikirim bekerja sama menyusun puzzle membentuk wajah tokoh Sosiologi dengan cepat dan tepat. Tim yang sudah menyelesaikan tugasnya diperkenankan kembali ke tempat duduk dengan membawa hasil pekerjaannya. Guru memberi apresiasi kelompok yang dapat menyelesaikan dengan baik tugas untuk memotivasi sekaligus menyemangati tim yang lain untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.
               
Proses Penyusunan Puzzle
                Setelah puzzle membentuk wajah tokoh Sosiologi, setiap kelompok bekerjasama untuk menemukan tokoh yang nampak pada gambar. Nama tokoh-tokoh tersebut dituliskan pada papan tulis sehingga mendorong peserta didik untuk segera menemukan nama tokoh dengan mencari pada buku atau internet.
                Langkah berikutnya, setiap kelompok melalui kegiatan diskusi bertugas untuk mempelajari biografi beserta sumbangan tokoh Sosiologi yang telah ditemukannya. Sumber belajar dapat diperoleh dari buku maupun internet. Guru melakukan bimbingan pada setiap kelompok agar hasil diskusi fokus pada pencapaian kompetensi. Guru juga melakukan penilaian otentik dalam kegiatan diskusi tersebut.    Hasil diskusi dituliskan pada buku. Selanjutnya dipresentasikan di depan kelas untuk mendapatkan tanggapan dari peserta didik lain. Presentasi tidak diperkenankan membawa teks untuk melatih kemampuan berkomunikasi.
 
Diskusi Kelompok membahas Sumbangan Tokoh Sosiologi dalam Perkembangan Sosiologi
                Di akhir pembelajaran, hasil presentasi dibuat ringkasan hasil presentasi sehingga semua peserta didik memiliki hasil dari diskusi kelompok yang lain. Pembelajaran ini terbukti dapat meningkatkan aktivitas belajar Sosiologi pada kelas X. Sebagian besar peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran puzzle ini dapat diterapkan bukan hanya pada mata pelajaran Sosiologi melainkan dapat diaplikasikan pada mata pelajaran yang lain sesuai dengan topiknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kepengurusan Baru MGMP Sosiologi Kebumen Terbentuk, Semangat Pengembangan Diri Guru Kembali Menyala

MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Sosiologi Kabupaten Kebumen menggelar pertemuan pada Selasa (19/5/2026) kemarin. Kegiatan yang berlang...