Rabu, 03 Juli 2019

JANJI YANG TERTUNDA

Dini hari kami berangkat. Melawan dingin. Menembus kabut. Jarak pandang hanya beberapa meter saja. Beruntung jalanan masih lengang. Hanya beberapa pengendara yang terlihat melintas. Mungkin pedagang yang berangkat ke pasar.
                Shalat subuh kami tunaikan di perjalanan. Masjid Aisyah Loano Purworejo. Sengaja kami pilih masjid di kiri jalan tersebut untuk mempermudah parkir. Suasana sudah sepi. Jamaah sudah pulang ke rumah masing-masing memulai aktivitas pagi. Hanya ada satu rombongan musafir yang singgah. Sebuah mobil dengan plat B.
                Perjalanan selanjutnya sempat terhambat oleh kemacetan. Terjadi kecelakaan sebelum masuk di kabupaten Semarang. Entah bagaimana kronologisnya kami tidak tahu. Sisa-sisa peristiwanya pun sudah tidak nampak. Hanya beberapa orang yang terlihat berkerumun.
                Setelah lima jam menikmati perjalanan, sampailah kami di Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Daerah Provinsi Jawa Tengah. Beralamat di jalan Setiabudi No 201 A Semarang. Di halaman aula nampak beberapa orang berseragam korpri duduk-duduk sambil menikmati snack. Keluar dari tempat parkir, mereka yang tadi nampak duduk santai sudah menghilang.
                "Ayo cepat, Pak!" seru seorang ibu yang berjaga di tempat registrasi.
                Dua rekan yang berangkat bersama dari Kebumen berlari menuju meja yang tersedia di depan aula. Kuikuti berlari-lari kecil di belakangnya. Duh, jan, wong tuo meh pensiun kok dikerjani..
                Tergesa-gesa kami mencari nama di daftar hadir.
                "Nomer urut berapa, Bu?" tanya pegawai BKD, seorang laki-laki yang masih muda.
                "Waduh, nda tau je" jawabku sambil masih mencermati daftar hadir.
                "Atas nama siapa?" pegawai junior itu kembali bertanya.
                Dia mencoba mencarikan nama kami bertiga.
                "Yang sudah absen silakan sekalian ambil konsumsi" seru ibu-ibu yang tadi meneriaki kami.
                Kami lari ke arah kardus yang ditata di dekat meja. Kuangkat tali pengikat kardus. "Kok berat ya?" pikirku. Temanku pun sama. Mengangkat tali yang ada di kardus.
                "Ambil satu saja, Pak!" teriak bapak-bapak mengagetkan, mungkin pegawai BKD juga.
                "Oooo, iya, maaf!"
                Ternyata kami mau mengambil lima kardus yang terikat menjadi satu. Ampun, sungguh, kami tidak bermaksud mengambil jatah lima porsi. Meskipun lapar, kami tahu diri.
                Kami langsung lari menuju aula sambil menenteng kardus snack. Di sana peserta lain sudah berbaris rapi. Siap mengikuti upacara Pengambilan Sumpah/Janji PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2019.
                "Lho, kok bapak-bapak semua?" batinku sambil mengamati sekeliling.
                "Ibu-ibu di sebelah sama, Bu" kata seorang bapak yang berbaris di belakang sambil menunjuk ke arah kiri depan. Sepertinya dia tahu kebingunganku.
                "Maaf, permisi"
                Aku langsung menyusup di sela-sela barisan menuju komunitasku, sesama kaum hawa.
                Upacara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Diikuti pengucapan sumpah dan janji PNS yang dipimpin oleh rohaniawan.
                Dalam sambutannya, kepala BKD Provinsi Jawa Tengah berpesan kepada 380 Aparatur Sipil Negara (ASN) agar sumpah dan janji yang baru saja dilaksanakan jangan dijadikan sebagai beban, justru seharusnya sebagai wujud syukur kepada karunia Tuhan.
                Dalam UU No 5 tahun 2014 disebutkan bahwa calon PNS wajib diambil sumpah dan janjinya. Wah, telat hampir sembilan tahun. Peserta yang lain malah lebih lama. Bahkan ada yang hampir pensiun baru diambil sumpah/janji PNSnya.
                "Sebenarnya sudah pernah diambil sumpah/janji", kata seorang teman, "cuma tidak bisa menunjukkan bukti."
                Gubernur Jawa Tengah melalui sambutan yang dibacakan kepala BKD berharap PNS dapat sebagai abdi negara yang melayani masyarakat. Siap membela bangsa dan negara serta melindungi UUD 1945 dan Pancasila. Ganjar ingin ASN di lingkungan provinsi Jawa Tengah memiliki integritas, bekerja dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Disiplin dalam menjalankan setiap tugas negara yang diembannya.
                Di penghujung acara dinyanyikan lagu Bagimu Negeri. Peserta menyanyikan dengan sepenuh jiwa. Suara hampir tak terdengar terkalahkan oleh suasana haru yang mendalam.
                Selesai upacara dan menandatangani berita acara kami langsung 'ngacir' pulang. Sengaja kami lewat jalan yang berbeda. Konon, melewati jalan yang berbeda dapat mengasah kecerdasan otak.
                Kami tidak mampir ke mana-mana. Hanya ke satu tempat. Rumah Makan Condong Raos di kecamatan Jambu Semarang. Ini tempat favorit rekan kami yang mondar-mandir ke Semarang. Seorang bendahara sekolah. Dia orang yang selalu membuat hatiku berdebar lebih cepat dari biasanya. Dipanggil olehnya saja sudah membuat hati berbunga-bunga. Dia sedikit bicara. Tigabelasan, Bu! Empatbelasan, Bu! Bahkan mungkin sebentar lagi limabelasan, Bu! Singkat, padat dan jelas.
                Langsung kusambar piring di meja prasmanan. Kuambil nasi satu centhong. Bahkan tidak penuh. Sungguh! Kupandangi lauk dan sayur yang berjejer di panci persegi. Entah berapa wadah. Mungkin sampai duapuluhan. Mencicipi semuanya tentu tidak mungkin. Kuambil sayur kaprok lembayung (daun kacang panjang), lodeh jantung (kembang gedang/bunga pisang) dan telur ceplok balado. Menu ndeso yang cocok untuk orang kampung sepertiku.
                Segera aku bergabung dengan dua rekan yang khusyuk di pojok ruangan. Mereka sudah curi start dengan lahapnya. Tidak mau ketinggalan, segera kukejar. Otak memerintahkan sendok dan garpu menjalankan tugasnya. Hmmm, mancapppp di lidah! Sejak pagi belum sarapan membuat makanan yang enak terasa semakin nikmat. Ternyata anjuran Rasulullah untuk makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang benar adanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kepengurusan Baru MGMP Sosiologi Kebumen Terbentuk, Semangat Pengembangan Diri Guru Kembali Menyala

MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Sosiologi Kabupaten Kebumen menggelar pertemuan pada Selasa (19/5/2026) kemarin. Kegiatan yang berlang...