Sabtu, 30 Maret 2019

DUA HARI MENCARI PENGALAMAN


Setelah menempuh perjalanan sekitar 4,5 jam akhirnya kami sampai di Hotel Siliwangi, Semarang, tempat diselenggarakannya OGN (Olimpiade Guru Nasional) tahun 2019 selama dua hari (22-23/03/2019). Dari Kebumen kami berangkat bertiga. Saya, bu Asih dari SMA Negeri 1 Kebumen dan pak Bisri dari SMA Pejagoan. Bu Asih adalah  teman MGMP pada mapel Sosiologi.  Sedangkan pak Bisri mengampu mapel Fisika. Kami baru kenal dengan guru yang agak gendut tersebut karena sama-sama peserta seleksi OGN tahun ini. Rekan guru di sekolah yang memberikan kontak beliau agar dapat sama-sama berangkat ke Semarang.
                Di lobi hotel suasana masih sepi. Semula kami akan beristirahat di kursi depan sambil menunggu peserta yang lain hadir. Tetapi, seorang karyawan hotel mempersilakan kami untuk masuk. Kami pun menerima tawaran tersebut. Terlihat meja dan kursi panitia masih kosong. Hanya ada tumpukan tas yang nantinya akan dibagikan untuk peserta seleksi OGN ini.
                Kami duduk di sofa empuk yang tersedia di dekat pintu masuk. Dua orang resepsionis yang sedari tadi berbincang menyapa kami. Mereka menjelaskan bahwa kamar hotel dapat dihuni tiga orang. Kami diizinkan cek in jika sudah lengkap ada tiga orang. Kami kembali menunggu sambil istirahat setelah merasa lelah dalam perjalanan menggunakan shuttle tadi.
                Setelah beberapa saat datang seorang ibu muda cantik sambil menarik koper ukuran kecil ke arah resepsionis. Setelah tahu dia sama-sama peserta OGN, kami tawarkan kepadanya untuk satu kamar. Tanpa merasa keberatan, wanita tersebut menerima tawaran kami. Resepsionis mempersilakan kami mengisi data diri berupa nama, asal sekolah dan nomor telepon.
                "Mari saya antar" kata seorang karyawan hotel kepada kami. Kami pun mengikuti laki-laki tersebut memasuki lift. Setelah sampai pada kamar 316 pada lantai 3 karyawan membukakan pintu dan mempersilakan kami masuk. Karyawan hotel menjelaskan sepintas tentang penggunaan fasilitas kamar hotel.
                Kami mengamati kamar. Dua tempat tidur dan sebuah kasur busa bersandar ke tembok. Meja, almari, dan kamar mandi yang tata letaknya mengingatkan saya pada hotel Ambhara di Jakarta. "Biar saya yang tidur di bawah" kata guru cantik yang kami belum sempat berkenalan dengannya. Dia langsung merobohkan kasur busa ke lantai. Dengan cekatan dia membuka koper dan menata barang bawaannya.
                Sambil santai sejenak kami bincang-bincang dan saling memperkenalkan diri. Ternyata guru cantik itu mengajar mapel Bahasa Inggris di SMK N 1 Pemalang. Namanya Nanik Setyowati, saya baca di map yang dibawanya. Dia wanita dengan kepribadian ekstrofet, baru beberapa menit kami kenal, dia sudah membuka diri dengan menceritakan kehidupannya.
                Kami satu kamar bertiga. Saya, bu Nanik yang baru saja kami kenal dan bu Asih teman yang sama-sama dari Kebumen. Dengan bu Asih, selain kami sama-sama dari MGMP Sosiologi, kami pernah bersama-sama ketika mengikuti kegiatan Pelatihan Narasumber Nasional pada Program Guru Pembelajar di Hotel Ambhara Jakarta tahun 2016. Kami pun pernah berada pada forum yang sama saat mengikuti FGD Uji Keterbacaan Modul di Hotel Aria Gajayana Malang pada tahun 2017. Tapi kami baru berada satu kamar pada kegiatan OGN kali ini.
                Tiba-tiba telepon berdering. Kami kira handphone yang berbunyi. Kami sempat mengecek handphone masing-masing. Meskipun jelas-jelas bukan suara ringtone hp kami. Ternyata telepon kamar yang berbunyi. Saya angkat dan terdengar suara pelan dari bagian resepsionis mempersilakan kami untuk registrasi di lantai bawah.
                Kami segera bersiap-siap untuk turun. Tapi bu Asih masih terlihat santai. "Nanti saja, sekalian makan siang" katanya. Kami pun sepakat.
                Saat turun untuk melakukan registrasi, terlihat lobi hotel sudah dipenuhi peserta OGN. Kami langsung antri untuk mendapatkan formulir pendaftaran. Saya perhatikan satu persatu wajah-wajah yang sedang sibuk mengisi data diri. Tak satu pun yang kenal.
                Setelah mengisi daftar hadir kami mendapatkan formulir untuk diisi. Saya perhatikan sekeliling untuk mendapatkan tempat yang strategis untuk menulis. Nah, itu dia kursi kosong. Langsung saya menuju ke sana. Saya duduk persis di depan ibu guru cantik yang sedang mengisi formulir. Saya perhatikan ibu guru tersebut. "Bu Nafsul…" panggilku pada wanita itu. "Hei, bu Faidah, kita ketemu di sini" sahutnya sambil jabat tangan dan cium kanan kiri. Bu Nafsul Mutmainah adalah guru Sosiologi di SMA Gemolong Sragen. Kami rekan satu MGMP ketika saya masih bertugas di SMA Gondang Sragen sekitar tiga tahun lalu. Kami pun bincang-bincang menanyakan kabar sambil mengisi formulir masing-masing.
                Formulir yang telah terisi kami kembalikan pada panitia. Kami pun mendapatkan seperangkat fasilitas berupa tas, co-card, notebook dan pulpen.
                Panitia memberi tawaran kami untuk makan siang. Peserta laki-laki dipersilakan memilih untuk makan siang atau shalat Jumat lebih dulu. Kami bertiga bersama rekan satu kamar sepakat untuk makan siang lebih dulu. Memang ini yang sudah ditunggu-tunggu karena sejak pagi belum sarapan akibat berangkat terlalu pagi. Kami pun menuju restoran Srikandi.
                Selesai menikmati makan siang perdana di hotel Siliwangi, kami kembali ke kamar untuk menunggu waktu pembukaan yang akan dimulai pukul 13.00. Di lift kami bertemu dengan peserta lain, pertanyaan yang selalu kami ajukan setiap kali bertemu dengan peserta lain "dari sekolah mana, mengampu mapel apa?"
                Acara pembukaan dilaksanakan di ruang pertemuan lantai 2. Saat kami sampai di tempat pembukaan, baru ada beberapa peserta yang sedang berbincang dan selfi di dekat banner. "Duduk di depan aja yuk, biar bisa dengar jelas" usul bu Nanik. Kami pun menuju kursi urutan ke tiga dari depan. Sambil menunggu kami ikut berfoto dan berkenalan dengan guru yang ternyata dari Solo. Mereka menawari kami sosis asli Solo.
                Acara dibuka secara resmi oleh Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Eris Yunianto, S.Pd., M.Pd. Dalam kesempatan tersebut pihaknya berpesan agar setiap kegiataan yang dilakukan oleh guru hendaknya berorientasi pada peserta didik. Demikian pula, keikutsertaan dalam kegiatan OGN diharapkan untuk meningkatkan pelayanan pada peserta didik. Selain itu, Eris juga menyampaikan pentingnya revitalisasi MGMP guna membangun kemandirian MGMP. Guru peserta OGN diharapkan dapat menjadi pioner untuk mencapai tujuan tersebut.
                Selepas acara pembukaan, peserta seleksi OGN mendapatkan materi tentang pedagogik dari dosen UNNES. Materi kedua tentang materi profesional mapel disampaikan oleh Arif Ediyanto, Guru Teladan dengan seabreg prestasi. Tetapi guru Matematika dari SMK Kendal tersebut justru fokus pada pemberian motivasi untuk berprestasi dan pengenalan soal-soal pedagogik yang HOTS.
                Pada malam harinya kami mendapat pengarahan dari Tim OGN Pusat tentang teknik pelaksanaan ujian online. Panitia menyampaikan bahwa ujian akan dilaksanakan dalam 2 sesi. Sesi pertama peserta dengan nomer urut 1-140. Sesi kedua peserta dengan nomer urut 141-241. Syukurlah kami satu kamar dapat mengikuti ujian sesi pertama. Saya nomer 135, bu Asih nomer 139 dan bu Nanik nomer 140. Tadinya kami sempat khawatir, jangan-jangan kami mendapatkan sesi kedua.
                Pagi hari setelah sarapan pagi kami diantar menuju SMA 3 Semarang, tempat pelaksanaan ujian online. Kami bertiga dengan 34 peserta lain ujian di lab 4. Saat login saya sempat mengalami kesulitan. Beberapa teman membantu tetapi belum berhasil. Biasanya saya masuk dengan menggunakan username NUPTK. Tapi kali ini selalu gagal. Saya coba dengan email, ternyata bisa.
                Sambil menunggu waktu tepat pukul 08.00 saya berbincang dengan teman sebelah tempat duduk. Ibu guru mapel Ekonomi tersebut bercerita tentang prestasi-prestasinya. Outdor study yang biasa dilakukan dengan siswanya dan buku karyanya yang ditandatangani pak Anis Baswedan. Dirinya pun mengatakan tahun lalu sudah berpengalaman mengikuti OGN. Saat ujian sudah berlangsung, saya sempat meminta kontak handphonenya untuk dapat berbagi dan belajar.
                Soal ujian online dapat saya selesaikan dalam waktu satu jam lebih. Meskipun demikian ada rasa kecewa melihat soal-soal yang diujikan. Sepintas mirip dengan soal simulasi kemarin. Bahkan kesalahan soal saat simulasi masih belum diperbaiki dalam ujian online tersebut. Seperti terdapat soal yang tidak memiliki stem soal (pertanyaan). Terdapat juga beberapa nomer dengan soal yang sama. Yang lebih bikin gelo, terdapat soal yang menanyakan nama tokoh yang mengungkapkan definisi tertentu. Seperti "Perubahan sosial adalah bla bla bla, Definisi tersebut dikemukakan oleh…. A. Kingsley Davis, B…., C….. dst.
                Saya keluar ruang ujian dengan masih memendam rasa. Bu Asih nampak sudah berada di luar ruangan. Kami menunggu teman lain keluar ruangan sambil menikmati snack yang disediakan panitia. Saya teringat kata-kata peserta ujian yang tadi melintas. "Ikuti ujian kemudian lupakan". Meski berusaha melupakan ujian tadi, kami justru membicarakan soal-soal tadi dengan bu Asih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kepengurusan Baru MGMP Sosiologi Kebumen Terbentuk, Semangat Pengembangan Diri Guru Kembali Menyala

MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Sosiologi Kabupaten Kebumen menggelar pertemuan pada Selasa (19/5/2026) kemarin. Kegiatan yang berlang...