Selasa, 19 November 2019

Selamat Abi....


Sabtu, 17 November 2019 hari istimewa. Abi wisuda S2 di hotel Maxoli.  Kami berangkat dari rumah jam 6 pagi. Ditemani sopir kami menjemput Mbah Peneket.
                Sampai di lokasi kami melihat para wisudawan bersama keluarga berlalu-lalang di halaman hotel. Sebagian tumpah di jalanan. Di pinggir jalan, tepatnya di depan hotel penjual bunga dan boneka berjajar rapi. Menawarkan dagangan pada setiap yang lewat.
                Kami parkir mobil di depan kantor Koramil, sekitar 50 meter dari hotel. Kemudian kami berjalan kaki menuju hotel bergabung dengan orang-orang yang belum kami kenal.
                Si kecil sudah merengek minta beli mainan. Kami alihkan perhatiannya pada ikan di kolam. Kolam yang berada di depan hotel dengan beberapa air mancur di atasnya. Hanya sebentar, si kecil kembali merengek. Kami berpindah ke tempat lain, semacam kedai kopi. Di sana ada bangku panjang, sekitar 3 meter. Sambil menyuapi si kecil dengan tahu yang ditumis bersama mi dan kembang kol. Hanya beberapa suap saja. Tidak mau lagi. Kembali kami berjalan-jalan. Menghalau kebosanan. Melihat-lihat karangan bunga ucapan selamat untuk para wisudawan dari berbagai instansi. Di arah depan tepat di sepanjang jalan menuju pintu masuk tertata rapi galeri foto. Para pendamping sudah mulai antri masuk menuju ruang wisuda. Seorang wisudawan didampingi dua orang. Abi didampingi ibunya (ibu mertuaku) dan ibu mertuanya (ibuku). Aku mendampingi anak-anak di luar. Karena tidak ada tiket tambahan. Bahkan ketika harus membeli pun, tidak diperkenankan. Apalagi anak-anak di bawah umur dilarang masuk.
                Aku berjalan-jalan bersama dua putriku masuk dari pintu samping. Mengamati lokasi hotel dari arah dalam. Taman yang cukup luas tapi kurang terawat. Rumput liar tumbuh acak. Daun dan bunga rontok berserakan. Bunga jenis baru yang belum pernah kulihat. Warna kuning ranum seperti mawar. Ada merah menyala berbentuk mirip itik. Dan pohon dengan tangkai bunga menjuntai panjang hingga menjangkau tanah. Bentuk bunga seperti corong dengan warna ungu.
                Di arah sekitar 20 meteran, para wisudawan dan wisudawati sedang berbaris menerima informasi dari petugas. Jumlah mereka berdasarkan informasi yang tertulis di koran mencapai 430 untuk jenjang S1 dan S2. Kami melihat mereka dari jauh. Si kecil menarik-narik tangan menuju televisi 21 inci yang sedang menayangkan langsung penampilan grup rebana para mahasiswa. Sebentar saja sudah merasa bosan. Si kecil minta keluar membeli bunga. Apalagi setelah melihat seorang perempuan melintas dengan membawa seikat bunga asli yang cantik di tangannya. Si kecil tidak bisa dialihkan perhatiannya lagi.
                Kami menuju depan hotel. Membisiki di telinga si kecil sebelum sampai di dekat para penjual, "nanti jangan langsung beli, ya, kita jalan-jalan dulu pilih yang paling bagus." Si kecil mengangguk.
                Sang kakak memilih seikat bunga mawar warna merah dari bahan kain flanel dengan harga 35.000. Si kecil memilih setangkai mawar dengan warna abu-abu seharga 8.000. Ya, abu-abu. Dirayu untuk memilih warna yang lebih cerah pun ditolak. Meskipun setelah pergi dari penjual, dia mau mengganti warna bunganya. Kami kembali ke penjual dan meminta izin untuk mengganti dengan bunga warna oranye.
                Kami kembali ke lokasi hotel setelah mendapatkan bunga dan menikmati sosis bakar dan es teh. Kuajari dua putriku, nanti bunganya kasih ke Abi sambil bilang, selamat. ya Bi. Mereka menurut saja.
                Sambil menunggu waktu prosesi wisuda selesai kami bermain-main dengan bunga kamboja. Beberapa helai bunga yang jatuh kami susun bersama bunga yang baru saja kami beli. Harumnya masih sangat kuat. Mirip bunga melati, bahkan lebih harum lagi. Kami berebut mengambil bunga-bunga yang berserakan tidak jauh dari pohonnya. Sampai hampir bertengkar dan menjadi tontonan banyak orang. Kembali jalan-jalan masuk lewat pintu samping. Beberapa kelompok orang menggelar tikar dan karpet di bawah pohon besar. Mereka menikmati hidangan bersama keluarga layaknya orang piknik. Sedikit ada perasaan iri, andai bisa seperti mereka, menikmati kebersamaan dengan bersantai. Tidak direpotkan dengan dua krucil yang tidak pernah berdamai.

                Ah, cuma berandai-andai. Kami kembali berkeliling menghabiskan waktu. Terasa sangat lambat mereka yang ditunggu belum juga keluar. Baru setelah bosan berkeliling ke sana ke mari. Minta ini minta itu. Keluar masuk halaman hotel. Akhirnya tepat tengah hari prosesi wisuda berakhir. Kami mencermati setiap orang yang keluar dari ruangan. Melihat Simbah mereka dari jauh sang kakak langsung berlari kegirangan menghampiri. Menuntun mereka menuju tempat dudukku. Di dekat taman, di bawah tiang lampu.

                Kami buka tas yang dibawa Simbah. Snack, koran dan kalender. Kubuka koran yang memuat opini Abi pada wacana nasional. Kutunjukkan pada ibu.
                Sebentar kemudian Abi muncul dari arah dalam. Sang kakak lari menghampiri sambil menyerahkan bunga yang baru dibelinya. Si kecil menarik tanganku ke arah kakak dan ayahnya. Setelah dekat tangannya menjulur menyerahkan setangkai mawar oranye sambil berucap, selamat Abi. Abi segera menggendong dan menciumi pipi si kecil. Kami sepakat untuk foto sebelum meninggalkan hotel untuk mencari makan siang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kepengurusan Baru MGMP Sosiologi Kebumen Terbentuk, Semangat Pengembangan Diri Guru Kembali Menyala

MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Sosiologi Kabupaten Kebumen menggelar pertemuan pada Selasa (19/5/2026) kemarin. Kegiatan yang berlang...