Kamis, 14 Maret 2019

Menjadi Petani itu Keren



Pertanian adalah bidang yang sangat krusial bagi keberlangsungan masyarakat. Hasil pertanian yang selama ini menopang kebutuhan masyarakat akan pangan. Akan tetapi minat generasi muda terhadap usaha di bidang agraris tersebut masih sangat rendah. Generasi muda menganggap bahwa menjadi petani adalah profesi yang tidak prospektif dan kurang bergengsi.
            Rendahnya minat pada dunia pertanian terjadi pula di SMA Negeri 1 Mirit. "Males jadi petani, panas dan rekoso" kata Agung Firman dari kelas XII IPS 1. Menurut Dinda dari kelas XII IPS 2 dunia pertanian sulit diprediksi hasilnya karena sangat tergantung pada musim. Sedangkan Devina dari kelas XII IPS 2 kurang tertarik dengan pertanian karena penghasilan petani sedikit. "Pekerjaan petani penuh lumpur dan kotor" imbuh Devina.
            SMA Mirit sebagai sekolah yang berkomitmen menyiapkan peserta didiknya untuk melanjutkan kuliah maupun terjun langsung ke dunia kerja berupaya untuk memperkenalkan pertanian modern. Sekolah tersebut bekerja sama dengan Dinas Pertanian kecamatan Mirit. Beberapa kali, siswa diajak terjun langsung mengoperasikan alat pertanian canggih.
            Baru-baru ini siswa dilatih untuk membuat bedengan dengan menggunakan mesin traktor canggih. Pada kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Tani Karang Rejo desa Mirit Petikusan, Aris Akhwandi melatih siswa cara mengaduk tanah, pupuk kandang dan pupuk npk-kcl. Dengan antusias siswa mengikutinya.
            Ke depan pertanian modern bukan hanya penggunaan teknologi canggih dalam pengolahan lahan. Saat ini sudah ada beberapa negara yang memanfaatkan teknologi untuk membuat indoor farm. Pertanian dapat dilakukan pada gedung-gedung tinggi dengan sentuhan teknologi yang serba canggih.
Model pertanian ini tidak lagi bergantung pada alam karena teknologi dapat mengatasi hambatan cuaca (climate change). Hasil indoor farming pun tidak kalah hebat dengan pertanian konvensional. Indoor farming menghapus stigma petani yang harus bekerja berpanas-panasan di bawah terik matahari dengan dipenuhi lumpur yang kotor. Menjadi seorang petani dengan penampilan yang keren dengan hasil yang menjanjikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kepengurusan Baru MGMP Sosiologi Kebumen Terbentuk, Semangat Pengembangan Diri Guru Kembali Menyala

MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Sosiologi Kabupaten Kebumen menggelar pertemuan pada Selasa (19/5/2026) kemarin. Kegiatan yang berlang...